HIV-AIDS di Indonesia

HIV-AIDS DI INDONESIA SANGAT MENGKHAWATIRKAN

DALAM PENCAPAIAN MDGs TAHUN 2015

Tingkat perkembangan virus HIV-AIDS di Indonesia sangat mengkhawatirkan malahan Sementara peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS kini menjadi ancaman bagi pencapaian target Millenium Development Gools (MDGS) atau target pembagunan millennium pada 2015. Dari seluruh negara di asia, negeri kita tergolong yang paling cepat, tiap tahunnya terjadi peningkatan penyebaran virus mematikan ini. Setiap tahun jumlah kasus baru HIV-AIDS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pengidap HIV-AIDS terbesar di Indonesia saat ini berusia 15-29 tahun, sampai maret 2010, secara akumulatif kasus AIDS di Indonesia mencapai 20.564 kasus, 561 kasus di antaranya adalah kasus baru. Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ” di jakarta, selasa (29/6/2010), mengakui, pada saat ini HIV-AIDS sudah menjadi pandemi global dengan dampak yang sangat merugikan, baik dampak kesehatan, sosial ekonomi, maupun politik.negara yang mengalami dampak terberat, seperti di negara afrika, HIV-AIDS telah menurunkan harapan hidup lebih dari 20 tahun, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan memperberat kemiskinan, “di Asia, penurunan produktivitas yang diakibatkan HIV-AIDS lebih besar dibanding dengan yang diakibatkan oleh penyakit lain,” kata Menkes. HIV-AIDS juga dikhawatirkan akan menambah jumlah angka kemiskinan di dunia sebesar 6 juta kepala keluarga hingga 2015 apabila upaya pengendalian HIV-AIDS di masing-masing negara tidak segera diperkuat.

Menkes mengemukakan, TB  merupakan penyebab utama penyakit dan kematian orang yang hidup dengan AIDS  (Odha). Di Indonesia kasus TB menempati urutan ketiga tertinggi setelah India dan China. Setiap tahun terdapat 528.000 kasus  TB dengan tingkat kematian 91.000 kasus pertahun. “prevalensi TB di Indonesia tahun lalu mencapai 100 dari 100.000 orang, di mana 70 persen dialami oleh usia produktif,”

ANALISIS  SWOT HIV/AIDS

PENCAPAIAN MELILENUIM DEVELPMENT GOALS (MDGs)

 DI INDONESIA TAHUN 2015

1.    Kekuatan (Strenght)

a.     Adanya konsep dan strategi untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

b.  Tersedianya aspek tenaga dalam upaya promosi dalam rangka preventisasi dini penularan HIV/AIDS

c.     Tersedianya media informasi dalam upaya promosi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS

d.    Adanya budaya dan tradisi masyarakat yang masih kuat.

2.    Kelemahan (Weakkness)

a.  Penerapan aturan pemerintah yang masih lemah dan pendekatan upaya pencegahan masih sangat kurang.

b.  Mudahnya pemerintah memberikan ijin lokalisasi sebagai sumber pendapatan daerah.

c.  Meningkatnya pengaruh gaya hidup di masyarakat.

d.  Meningkatnya jumlah penduduk dan pengaruh status sosial ekonomi  masyarakat.

3.   Peluang (Opportunites)

a.  Adanya bantuan  lembaga swadaya masyarakat.

b.  Adanya dukungan lembaga pendidikan dan berbagai lnstansi pemerintah lainnya

c.  Adanya dukungan Sumber dana melalui  APBD/ APBN maupun sumber lain dalam

Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV?AIDS

d.  Sebagian  Masyarakat  kecenderungan  berupaya melakukan upaya pencegahan dan  penggulangan HIV/AIDS.

4.   Ancaman (Therats)

  1. Perkembangan ilmu dan teknologi memudahan anak usia dini mengetahui prilaku seks dan adanya dorongan ingin tahu, meniru dan mencoba.
  2. Pengawasan kesehatan keluarga yang masih kurang
  3. Rendahnya pengawasan dan informasi bagi pelaku seks tempat lokalisasi yang tidak aman
  4. Penularan dan penyebaran  HIV dan AIDS sangat dipengaruhi gaya hidup modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: